Jumat, 18 November 2011

Bahwa Tuhan Selalu Ada

Untuk Tuhanku, Allah..
"aku Sitta, satu dari makhluk-Mu yang lemah.
Aku yakin Kau mendengarku, aku yakin Kau melihat tetesan air dari mata bathinku.

Tuhan yang maha baik, lapangkan dadaku untuk menerima semua yang Kau beri.
Aku bahkan tak pernah berani memprotes hidup yang Kau anugrahkan, karena itu hadiah terindah yang pernah aku dapatkan.
Terimakasih masih mendetakkan jantungku, terimakasih masih mengizinkan udara masuk ke paru-paruku.
Dan bolehkah aku minta sesuatu Tuhan ?
Hanya satu dari ribuan permintaanku, beri aku hati yang slalu merasa tenang.
Tempat ini terlalu penat untukku Tuhan, tapi aku sudah terlanjur berjanji untuk tidak pernah mengeluh.
Maka, jika ketenangan yang nyata itu hanya disisi-Mu, jemput aku, aku akan sangat ikhlas menerima uluran tangan malaikat-Mu."

Teman, apa yg akan kamu lakukan ketika hidup mengucilkanmu, ketika dunia menjauhimu ?
pasti rasanya ingin (sekarang juga) menyerahkan nyawa yang dipinjamkan Tuhan ini kembali kepada-Nya.
Sialnya, aku yang sedang ada dalam posisi itu.

Untuk kesekian kalinya aku meyakinkan diriku sendiri bahwa Tuhan sedang mengujiku, bukan menghukumku.

Untuk kesekian kalinya juga aku menangis.
Bukan karena aku menyerah, tapi menangis adalah caraku untuk berkata pada Tuhan bahwa aku ingin beristirahat sebentar saja dari ujian ini.
Jika menangis adalah haram hukumnya, maafkan aku Tuhan, aku melanggarnya.
Aku nggak sengaja nangis lagi, bukan karena aku lemah tapi karena aku bosan berpura-pura tersenyum untuk hal yang sebenarnya ingin aku tangisi.
Aku sangat percaya Tuhan menyembunyikan tawaku dibalik airmata ini karena Tuhan tidak pernah pergi dariku, dari makhluk-Nya.
Dia menyaksikan semua. Menyaksikan apa yang aku lakukan dan apa yang aku takutkan.
Dan apapun yang terjadi, Tuhanku akan ada, selalu ada dan pasti ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar