Firstly, my beloved dad of course, Ade Atmaja. Beliau adalah gambaran manusia tegas dan bijaksana. Makhluk yang Tuhan kirimkan untuk melindungi aku, mama, dan dua adik kecilku. Aku menjadi sosok yang tidak pernah mengenal lelah dan menyerah adalah karena beliau selalu mendorongku ketika aku berhenti berjalan, memapahku ketika aku terjatuh, dan menggendongku ketika aku benar-benar lumpuh. Beliau yang selalu meyakinkan aku bahwa Tuhan selalu memberi yang terbaik. Aku selalu percaya bahwa hidup ini tidak sia-sia karena beliau pernah berkata : “sitta, tidak ada manusia yang terlahir sia-sia”. Beliau orang hebat. Beliau benar-benar orang hebat dan aku nyaris tidak punya kata untuk menggambarkan betapa hebatnya beliau. Beliau yang selalu mengajarkan aku untuk sabar menghadapi segala ujian, berat atau ringan, yang aku terima hingga aku menjadi sosok yang tidak pernah mengeluhkan apapun yang menimpaku.
Secondly, mama yang aku sayangi, Rita Zahara Bachrat. Beliau adalah bentuk kasih sayang Tuhan untukku. Mama selalu mengajarkan aku untuk selalu bersyukur atas apa yang aku miliki, bukan iri terhadap apa yang orang lain punya. Sosok cantik itu nyaris tidak pernah bersedih bahkan ketika beliau menghadapi saat-saat yang sangat menyedihkan, beliau masih menunjukkan raut bahagia, untuk anak-anaknya, untuk orang-orang disekitarnya, agar tidak ada lagi yang menangis selain hatinya. Beliau benar-benar peri kirimaan Tuhan yang luar biasa. Beliau adalah guru atas ketegaranku. Beliau membuatku selalu berani berada di tempat asing, sejauh manapun jarakku dari rumah, aku selalu bisa bertahan karena beliau mengajarkan aku untuk bisa beradaptasi dengan berbagai macam kondisi lingkungan sehingga aku tidak pernah takut. Beliau pernah bilang, “jangan pernah takut jauh dari mama, dari bapa, atau dari siapapun, dimanapun kamu, ada Allah disitu.”
and the next,
Secondly, mama yang aku sayangi, Rita Zahara Bachrat. Beliau adalah bentuk kasih sayang Tuhan untukku. Mama selalu mengajarkan aku untuk selalu bersyukur atas apa yang aku miliki, bukan iri terhadap apa yang orang lain punya. Sosok cantik itu nyaris tidak pernah bersedih bahkan ketika beliau menghadapi saat-saat yang sangat menyedihkan, beliau masih menunjukkan raut bahagia, untuk anak-anaknya, untuk orang-orang disekitarnya, agar tidak ada lagi yang menangis selain hatinya. Beliau benar-benar peri kirimaan Tuhan yang luar biasa. Beliau adalah guru atas ketegaranku. Beliau membuatku selalu berani berada di tempat asing, sejauh manapun jarakku dari rumah, aku selalu bisa bertahan karena beliau mengajarkan aku untuk bisa beradaptasi dengan berbagai macam kondisi lingkungan sehingga aku tidak pernah takut. Beliau pernah bilang, “jangan pernah takut jauh dari mama, dari bapa, atau dari siapapun, dimanapun kamu, ada Allah disitu.”
and the next,
Dea Novi Rahmawati. Dia adikku. Adik yang juga teman terbaikku. Dia selalu menjadi penghibur dimanapun dia berada. Dia, sosok yang selalu ceria, nyaris tidak pernah merasa sedih. Aku kadang iri bagaimana bibir itu bisa terus menyunggingkan senyuman, bahkan ketika keadaan sedang mencekiknya.
Selalu ada pertengkaran kecil antara kami, tidak jarang aku menggertaknya, tapi sungguh, demi apapun aku menyayanginya.
Dia sosok ambisius, dia selalu berusaha untuk mencapai apa yg ingin ia dapatkan, apapun itu. Menjadi dancer, dia sudah menggenggamnya. Menjadi top model, dia juga dengan giat mengejarnya. Menjadi actress, dia berusaha mencapainya. Dia sosok yang tidak pernah menyerah untuk mimpinya. Dia selalu serius untuk ambisinya dan aku sangat salutkan itu.
Adik kecilku, Dea Syifa Az-zahra, yang akan selalu menjadi adik kecilku sampai kapanpun. Anak ini mengajarkan aku bagaimana menjadi pribadi teratur. Suatu ketika, dia pernah bercerita tentang cita-citanya, “nanti, ifa mau sekolah di jogja, terus kuliah di ugm ambil arsitek.” Aku hanya tersenyum saat itu sambil berkata “aamiin” dalam hati. Dia manja, sangaaaat manja, tapi mama pernah bilang bahwa dari ketiga anaknya, syifa yang paling baik merawat mama dan bapa ketika sakit dan syifa paling rapi membereskan kamar, bahkan ketika sosok tomboy itu dipoles make up, mama bilang, syifa paling cantik.
Usu, Siti Balkis Bachrat adalah wanita perkasa dan tangguh. Pribadinya yang tidak mudah menyerah selalu menginspirasiku untuk menjadi manusia yang tidak pernah menyerah juga. Dia tante yang juga sahabatku. Sosok yang penyabar dan penuh kasih membuat aku merasakan 'ibu' ketika aku jauh dari mama. Beliau yang mengajarkan aku untuk tidak mengeluh dan tidak mudah putus asa. Pernah dulu, ketika aku sedang berada di puncak emosiku, beliau berkata, "Menangislah, nangis itu wajar kok. Kadang masalah menjadi terasa sedikit ringan dengan menangis."
Sahabat-sahabatku,
Erna Hasnatul Hasanah. Dia benar-benar memberiku motivasi untuk lebih bersyukur menghadapi hidup ini. Sosok itu tegar sekali. Dia yang mengajarkan aku untuk selalu tersenyum menghadapi segala bentuk kesedihan. Banyak hal yang aku pelajari darinya, banyak sekali, tentang kesabaran, tentang ketegaran, dan tentang persahabatan. Dia membuat aku memahami bahwa Tuhan selalu berperan dalam lika-liku kehidupan manusia, maka dari itu aku selalu menyertakan Tuhan di setiap aktivitasku. Dia adalah kakak yang selalu menjagaku. Aku selalu merasa aman berada didekatnya.
Rizqa Anggraeni. Dia sahabat yang juga adikku. Pribadinya yang selalu disenangi membuat aku selalu iri. Sosoknya lembut, dia nyaris tidak pernah marah. Dia adalah sebuah motivasiku untuk selalu bangkit ketika jatuh. Dia adalah sahabat yang membuatku merasa bahwa aku tidak sendiri.
Ilham Apriyanto. Orang ini memberiku banyaak sekali pelajaran mengenai hidup. Dia mengajarkan aku bahwa bahagia adalah ketika hati kita tersenyum, bahwa bahagia tidak harus karena materi. Dia membuat aku memahami arti sebuah perjuangan dan tujuan hidup. Dia yang membuat aku mengerti bahwa menjadi hebat tidak harus menjadi orang nomor satu atau memiliki segalanya, tapi cukup menjadi diri sendiri ketika orang lain berusaha mengubah hidupmu. Darinya aku bisa mengetahui karang yang perkasa itu pun bisa berubah jika cinta menyentuhnya.
Nurul janah. Dia anak kecil yang sudah sangat dewasa :D
Manusia yang membuat aku mengerti bahwa setetes keringat perjuangan adalah sebutir permata. Darinya aku tahu bahwa hidup memang sebuah perjalanan panjang yang disetiap persimpangannya selalu dihadapkan dengan pilihan. Dia yang membuat aku tak pernah lelah untuk berjuang, karena sepahit apapun perjuangan itu akan selalu berakhir manis. Dia tidak pernah merasa lelah walaupun sebenarnya ia sangat lelah. Dia luar biasa.
Herning Noviana, adalah seperti ayam goreng, mengenyangkan :D
Satu kalimat yang membuatku kenyang ketika aku sudah lelah menghadapi berbagai tes masuk perguruan tinggi, “ketuk semua pintu sit ! dari sekian banyak pintu yang kita ketuk, pasti ada salah satu yang terbuka.” Sosok ini luar biasa, dia selalu serius dalam mencapai ambisi nya. Aku selalu ingin seperti dia yang sangat mencintai Fisika. Tidak semua orang bisa mencintai fisika yang mengerikan itu, tapi dia bisa dan itu luar biasa. Selain itu, hal yang membuat aku iri adalah tangannya yang lihai menggambar. Aku selalu ingin bisa menggambar gadis cantik tapi hasilnya selalu menjadi gadis buruk rupa -_-
Rr. Renita Karina Dewi adalah sebuah gambaran manusia luar biasa. Dia selalu bisa tertawa dan membawa suasana ceria walaupun hatinya sedang menangis. Pernah suatu hari, dia menangis, benar-benar meluapkan emosi di depanku tanpa ada yang tahu. Ketika itu aku paham betapa dia berusaha keras menutupi air matanya dan tidak semua orang bisa melakukannya. Dia gadis yang kuat, yang selalu bisa menciptakan kebahagiaan bahkan ketika dia sendiri lelah atas hidupnya. Aku ingin seperti dia yang rendah hati dan tidak pernah rendah diri.
Annisa Kamilia Rachman. Gadis bungsu yang selalu menjadi kakak untukku dan untuk semua sahabatku. Dia adalah manusia bijak, mungkin Mario Teguh adalah muridnya :D
Dia tidak pernah menyerah untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Mojang bandung ini sangat penyayang, juga penyabar. Seberat apapun rintangan di depannya, dia hadapi. Sosoknya telaten, rapi, dan selalu mengatur segalanya dengan sempurna. Dia adalah sahabat Kimia, seperti via yang mencintai fisika, dia juga mencintai Kimia dan aku selalu ingin menyerap ilmu kimia yang dia punya :D
Saras Widaningrum. Seorang hamba Allah yang benar-benar luar biasa. Gadis yang tidak pernah lepas dari rasa syukur. Darinya aku tahu bahwa segala yang kita miliki saat ini adalah yang terbaik yang Tuhan berikan, dan apapun yang Tuhan berikan tidak semua orang memiliknya juga. Pribadi yang ulet, apapun ia kerjakan dengan baik dan tanpa keluhan.
Widi Pradheka adalah sosok sahabat yang juga kakak terbaik. Layaknya seorang kakak, dia melindungi, bahkan ketika dirinya sendiri dalam posisi tidak aman, dia akan tetap melindungi. Dia adalah orang pertama yang akan stres ketika sahabat2nya dalam sebuah pertengkaran. Aku selalu mempelajari semangatnya yang berkobar. Dia benar-benar istimewa.
At the last but not the least, semua sahabatku, semua guruku, bahkan semua orang yang membenciku yang tidak mungkin aku sebutkan satu-satu disini. Kalian luar biasa. Kalian hebat. Kalian adalah pribadi yang selalu membuatku termotivasi untuk membuat hidupku lebih hidup.
Dia tidak pernah menyerah untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Mojang bandung ini sangat penyayang, juga penyabar. Seberat apapun rintangan di depannya, dia hadapi. Sosoknya telaten, rapi, dan selalu mengatur segalanya dengan sempurna. Dia adalah sahabat Kimia, seperti via yang mencintai fisika, dia juga mencintai Kimia dan aku selalu ingin menyerap ilmu kimia yang dia punya :D
Saras Widaningrum. Seorang hamba Allah yang benar-benar luar biasa. Gadis yang tidak pernah lepas dari rasa syukur. Darinya aku tahu bahwa segala yang kita miliki saat ini adalah yang terbaik yang Tuhan berikan, dan apapun yang Tuhan berikan tidak semua orang memiliknya juga. Pribadi yang ulet, apapun ia kerjakan dengan baik dan tanpa keluhan.
Widi Pradheka adalah sosok sahabat yang juga kakak terbaik. Layaknya seorang kakak, dia melindungi, bahkan ketika dirinya sendiri dalam posisi tidak aman, dia akan tetap melindungi. Dia adalah orang pertama yang akan stres ketika sahabat2nya dalam sebuah pertengkaran. Aku selalu mempelajari semangatnya yang berkobar. Dia benar-benar istimewa.
At the last but not the least, semua sahabatku, semua guruku, bahkan semua orang yang membenciku yang tidak mungkin aku sebutkan satu-satu disini. Kalian luar biasa. Kalian hebat. Kalian adalah pribadi yang selalu membuatku termotivasi untuk membuat hidupku lebih hidup.