Jum’at, 16 desember 2011 (20.00)
“Besok penerimaan rapot semester 5, senangnyaaa..
Itu artinya tinggal melalui satu semester lagi aku lulus dari SMA”
Tercatat dilembaran terakhir diary ku.
Tersenyum kecil dengan genangan air mata yang sedikit lagi tumpah. Aku hanya sedikit bersedih melihat orang tua teman-temanku datang berbondong-bondong membawa buku laporan berwarna hijau itu, sedangkan aku, harus mencari siapa yang mau mengambilkan rapotku sejak H-3 dan hanya mengandalkan ‘mbak kost’ setelah kepergian usu ke kalimantan yang untungnya mau berbaik hati.
Aku hanya memandang iri, menelan pahitnya rasa cemburu itu.
Kalian beruntung sekali kawan, masih bisa merasakan kedamaian rumah yang aku pun ingin merasakannya (lagi).
Kalian beruntung sekali kawan, masih ada yang merawat ketika sakit, ada yang mengingatkanmu untuk minum obat atau sekedar membuatkanmu segelas teh panas atau susu coklat.
Kalian beruntung sekali kawan, masih ada yang memarahi ketika mendapat nilai buruk disatu mata pelajaran, atau ketika kalian pulang terlalu malam, atau ketika kalian bangun terlalu siang sehingga melewatkan waktu solat subuh, kalian beruntung sekali.
Jangan sia-siakan mereka kawan, selagi mereka masih bersamamu.
Justru karena Allah maha adil, Dia mengambil sebagian kebahagiaanku yang mungkin ku miliki secara berlebihan dulu.
Aku tahu mama sayang aku, bapa pun begitu. Aku pun menyayangi mereka lebih dari aku menyayangi diriku sendiri, sayangnya sampai saat ini aku masih diberi dan belum bisa memberi.
Mungkin karena aku terlalu manja sehingga tidak begitu kebal menghadapi tantangan yang sebenarnya ecek-ecek.
Aku tidak menyalahkan siapapun, tidak juga mengeluhkan hidupku. Aku hanya merasa betapa sendiriannya aku disini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar