Rabu, 06 Juni 2012

Untuk A, B, C, D, E, ....., Z


Ini hanya tentang sepenggal kisah cintaku yang sebenarnya gaje pake banget.
Aku tidak seperti mereka yang mudah jatuh cinta kemudian pacaran kemudian putus kemudian jatuh cinta lagi. Aku sangat berbeda. Dan aku membenci perbedaan itu. Aku terlalu penakut untuk mengambil risiko karena pasti hanya akan ada dua kemungkinan, disakiti atau menyakiti.
Anyway, i wanna say something for somebody who’s ever fill my mind.

Untuk A, terimakasih sudah menjadi cinta pertamaku walaupun aku belum dan tidak akan sempat mengatakan rasa sukaku, bahkan sampai hari ini. Saat itu masa yang cukup memberi kenangan indah di masa merah putihku. Memang sangat sulit dipercaya anak berusia 11 tahun sudah bisa menamai rasa itu cinta. Entahlah, dari manapun aku paham itu cinta, yang pasti saat itu aku merasakan ada energi yang bergetar disekitar hatiku, ada semangat yang bangkit di jiwaku, dan apapun tentangmu membuatku senang. Sayangnya, sebelum aku membagi rasaku dan menceritakan perasaanku, salah satu temanku menyukaimu, hal menyebalkan lainnya adalah dia cantik, tentu saja dia lebih cantik, dan ku pikir kau akan lebih menyukainya. Ketika itu pula aku mundur. Anak yang malang. Walaupun beberapa waktu aku sempat ingin menghidupkan rasaku lagi karena tingkahmu yang membuat aku GR. 

Untuk B, entah harus ku sebut apa rasa ini karena awalnya aku hanya mengagumimu saja tapi siapa yang tahu ternyata kagum ini menjadi rasa suka. Tahun pertama SMP adalah awal yang baik untuk melupakan A dan aku menemukanmu. Bulan pertama memang belum ada tanda apapun tapi bulan berikutnya dan berikutnya dan berikutnya, sepertinya ada sesuatu terjadi pada hatimu, dari wajahmu menunjukkan seperti ada sebuah rasa semacam cinta untukku. Aku tidak begitu menghiraukannya karena aku takut itu hanya perasaanku saja. Tapi ternyata cinta itu memang ada untukku, tenyata kamu sudah menungguku sampai tahun terakhir masa putih biru dulu. Sayangnya, kita hanya bisa bersahabat saja. Sebenarnya hanya masalah waktu, kau mengungkapkan semua itu  setelah ada orang lain memiliku. Lalu apa yang harus aku lakukan ? Meninggalkannya untukmu ? Tentu saja tidak, aku akan menjadi orang jahat jika itu terjadi, lagipula salahmu yang terlalu mengulur waktu. Dan yang mengejutkan adalah, kau malah mendekati sahabatku hanya agar tetap bisa menemuiku. Hal lain yang mengejutkan adalah sampai hari ini pun kau masih saja mencoba memunculkan dirimu, kau bilang bahwa kau masih mengagumiku dan lain-lain. Lucu sekali. Sebenarnya aku sudah tidak begitu menghiraukannya karena selain kau sendiri sudah ada yang punya, akupun sudah tidak ada rasa seperti 5 tahun yang lalu. Tapi terimakasih telah menjadi orang pertama yang memberiku cokelat dan menciptakan lagu untukku.

Untuk C, seminggu pelatihan di Puslitbang Gizi Bogor benar-benar menyimpan kenangan indah dan lolos olimpiade MIPA adalah anugrah terindah buatku. Disana kita dipertemukan walaupun aku sama sekali tidak bisa mendekatimu, aku terlalu malu. Senyummu terlalu manis, wajahmu terlalu indah, pasti banyak yang menyukaimu juga saat itu. Maaf, saat itu aku selalu memperhatikanmu, berusaha melihatmu tanpa kamu ketahui. Cinta petak umpet ini sangat aku nikmati walaupun kadang nyesek melihatmu dekat dengan teman lain.

Untuk D, terimakasih sudah menjadi sahabatku walaupun ternyata kamu menyimpan rasa yang seharusnya nggak ada. Aku masih sangat mengingat kejadian-kejadian 4 atau 3 tahun lalu bersamamu. Maaf aku tidak bisa membalas rasamu, selain karena saat itu aku sudah bersama ‘dia’ ada alasan2 lain yang membuatku tidak bisa mencintaimu. Ada sedikit kelegaan setelah aku memperkenalkan sahabatku saat itu dan kamu menyukainya. Sedikit merasa bersalah, tapi sepertinya kalian bahagia, aku pun bahagia, demi Tuhan aku bahagia, walaupun sedikit nyesek.

Untuk E, kakak kelas yang pernah aku sukai, maaf aku tidak pernah bisa bilang ‘i love u’ karena selain aku cewek, aku takut kamu sama sekali tidak menyukaiku. Tapi mungkin rasaku saat itu itu bukan cinta, hanya rasa kagum saja. Entahlah, yang pasti saat itu aku selalu bersemangat mengikuti kegiatan yang ‘ada kamunya’ haha..  Aku aktif di OSIS, semangat lomba, ikut tim baris-berbaris, dan masuk kelas lewat kelasmu, itu semua hanya agar aku bisa melihatmu dan agar kamu juga melihat bahwa aku ada. Sayangnya, rasa itu hilang setelah kamu lulus, aku pun pupus.

Untuk F, apapun tentangmu tentu saja terlalu panjang jika aku ceritakan disini, tapi bagaimanapun terimakasih sudah pernah menjadi bagian dari hidupku. Walaupun aku tahu, dulu, banyak sekali tantangan yg harus kamu hadapi saat menyandang status sebagai ‘pacarku’. Aku tahu banyak yang tidak menyukai hubungan kita saat itu, selain B, D, dan yang lainnya, juga karena faktor x, y, z yang aku pun bingung kenapa bisa seperti itu. Terimakasih sudah pernah membahagiakan aku, memberi warna-warna berbeda untuk hidupku, terutama di tahun terakhir putih biru dulu. Kenangan bersamamu terlalu banyak, tapi aku harus melupakannya karena sekarang aku dan kamu sudah tidak satu lagi.

Untuk G, ini lebih cocok ku sebut dengan ‘cinta selewatan’. Aku hanya sebatas menyukaimu untuk beberapa hari saja, itu pun karena saat itu kita berada dalam satu kegiatan yang sama. Lucu memang. Tapi bagaimanapun, terima kasih telah meningkatkan hormon adrenalinku walaupun hanya untuk beberapa hari.

Untuk H, terima kasih sudah menjadi kakakku, atau mungkin lebih dari kakak, aku tidak tahu. Yang jelas saat itu kamu sempat memalingkan sebentar perasaanku terhadap yang lain, saat itu kamu bisa membuat aku sedikit melupakan rasaku yang pernah ada untuk A, B, C, D, E, dan lainnya. Sayangnya tentang aku dan kamu hanya menggantung begitu saja, seperti tidak ada kepastian untuk terbang atau jatuh. Kamu samar-samar di otakku, membuat pertanyaan apakah akan muncul atau menghilang, apakah serius atau bermain-main. Entahlah. Intinya, aku ingin mengatakan “senang bertemu denganmu” pada saat sebelum kamu menghilang dari kehidupanku. Sialnya, kalimat itu tidak pernah terucapkan karena kita sudah sama-sama saling menjauh karena faktor x, y, z, atau apalah. Yang pasti, aku sudah cukup senang mengenalmu.

Untuk I, maaf sudah sedikit mempermainkanmu, tapi aku sama sekali tidak punya maksud untuk itu. Sebenarnya aku hanya tidak ingin menyakiti siapapun, tapi saat itu aku memang salah mengambil tindakan, aku memang selalu salah, bukan ? Aku tahu aku pasti sudah menjadi peran antagonis di hidupmu, tapi apapun yang kamu pikirkan tentang aku, aku hanya ingin mengatakan MAAF sudah menyakitimu dan TERIMA KASIH sudah pernah menjadikan aku pacarmu.

Untuk J, yang menjadi salah satu alasanku selalu ceria di awal tahun putih abu-abuku. Walaupun sudah hampir 3 tahun aku mengagumi semua hal tentangmu, tapi sampai detik ini aku belum berani berkata apapun tentang itu, bahkan kepada teman terdekatku sekalipun. Menjadi teman sekelasmu adalah anugrah dan sesuatu banget untukku. Maafkan aku yang sudah menjadi pengagum rahasiamu dah bahkan sudah menyayangimu sampai hari ini. Aku sendiri tidak tahu kapan ini akan berakhir, bahkan setelah pelulusan kemarin yang seharusnya menjadi akhir masa SMAku pun aku belum mendapati tanda-tanda rasa itu akan hilang. Melupakanmu tentu saja bukan hal yang mudah. Tapi aku berjanji akan secepatnya membuang semua tentangmu. Terima kasih sudah mengizinkan aku untuk tetap bisa menyukaimu walaupun aku tahu kamu sama sekali tidak tahu tentang rasa ini. Aku berharap kamu memang tidak pernah mengetahuinya. Walaupun mungkin ada segelintir orang saja yang tahuntentang ini, tapi sudahlah, aku sudah benar-benar akan melupakan semua tentangmu.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar