Ini hanya tentang sepenggal kisah cintaku yang sebenarnya
gaje pake banget.
Aku tidak seperti mereka yang mudah jatuh cinta kemudian
pacaran kemudian putus kemudian jatuh cinta lagi. Aku sangat berbeda. Dan aku
membenci perbedaan itu. Aku terlalu penakut untuk mengambil risiko karena pasti
hanya akan ada dua kemungkinan, disakiti atau menyakiti.
Anyway, i wanna say something for somebody who’s ever fill
my mind.
Untuk A, terimakasih sudah
menjadi cinta pertamaku walaupun aku belum dan tidak akan sempat mengatakan
rasa sukaku, bahkan sampai hari ini. Saat itu masa yang cukup memberi kenangan
indah di masa merah putihku. Memang sangat sulit dipercaya anak berusia 11
tahun sudah bisa menamai rasa itu cinta. Entahlah, dari manapun aku paham itu
cinta, yang pasti saat itu aku merasakan ada energi yang bergetar disekitar
hatiku, ada semangat yang bangkit di jiwaku, dan apapun tentangmu membuatku
senang. Sayangnya, sebelum aku membagi rasaku dan menceritakan perasaanku,
salah satu temanku menyukaimu, hal menyebalkan lainnya adalah dia cantik, tentu
saja dia lebih cantik, dan ku pikir kau akan lebih menyukainya. Ketika itu pula
aku mundur. Anak yang malang. Walaupun beberapa waktu aku sempat ingin
menghidupkan rasaku lagi karena tingkahmu yang membuat aku GR.
Untuk B, entah harus ku sebut
apa rasa ini karena awalnya aku hanya mengagumimu saja tapi siapa yang tahu
ternyata kagum ini menjadi rasa suka. Tahun pertama SMP adalah awal yang baik
untuk melupakan A dan aku menemukanmu. Bulan pertama memang belum ada tanda
apapun tapi bulan berikutnya dan berikutnya dan berikutnya, sepertinya ada
sesuatu terjadi pada hatimu, dari wajahmu menunjukkan seperti ada sebuah rasa
semacam cinta untukku. Aku tidak begitu menghiraukannya karena aku takut itu
hanya perasaanku saja. Tapi ternyata cinta itu memang ada untukku, tenyata kamu
sudah menungguku sampai tahun terakhir masa putih biru dulu. Sayangnya, kita
hanya bisa bersahabat saja. Sebenarnya hanya masalah waktu, kau mengungkapkan
semua itu setelah ada orang lain
memiliku. Lalu apa yang harus aku lakukan ? Meninggalkannya untukmu ? Tentu
saja tidak, aku akan menjadi orang jahat jika itu terjadi, lagipula salahmu
yang terlalu mengulur waktu. Dan yang mengejutkan adalah, kau malah mendekati
sahabatku hanya agar tetap bisa menemuiku. Hal lain yang mengejutkan adalah
sampai hari ini pun kau masih saja mencoba memunculkan dirimu, kau bilang bahwa
kau masih mengagumiku dan lain-lain. Lucu sekali. Sebenarnya aku sudah tidak
begitu menghiraukannya karena selain kau sendiri sudah ada yang punya, akupun
sudah tidak ada rasa seperti 5 tahun yang lalu. Tapi terimakasih telah menjadi
orang pertama yang memberiku cokelat dan menciptakan lagu untukku.
Untuk C, seminggu pelatihan
di Puslitbang Gizi Bogor benar-benar menyimpan kenangan indah dan lolos
olimpiade MIPA adalah anugrah terindah buatku. Disana kita dipertemukan
walaupun aku sama sekali tidak bisa mendekatimu, aku terlalu malu. Senyummu
terlalu manis, wajahmu terlalu indah, pasti banyak yang menyukaimu juga saat
itu. Maaf, saat itu aku selalu memperhatikanmu, berusaha melihatmu tanpa kamu
ketahui. Cinta petak umpet ini sangat aku nikmati walaupun kadang nyesek
melihatmu dekat dengan teman lain.
Untuk D, terimakasih sudah
menjadi sahabatku walaupun ternyata kamu menyimpan rasa yang seharusnya nggak
ada. Aku masih sangat mengingat kejadian-kejadian 4 atau 3 tahun lalu
bersamamu. Maaf aku tidak bisa membalas rasamu, selain karena saat itu aku
sudah bersama ‘dia’ ada alasan2 lain yang membuatku tidak bisa mencintaimu. Ada
sedikit kelegaan setelah aku memperkenalkan sahabatku saat itu dan kamu
menyukainya. Sedikit merasa bersalah, tapi sepertinya kalian bahagia, aku pun
bahagia, demi Tuhan aku bahagia, walaupun sedikit nyesek.
Untuk E, kakak kelas yang
pernah aku sukai, maaf aku tidak pernah bisa bilang ‘i love u’ karena selain
aku cewek, aku takut kamu sama sekali tidak menyukaiku. Tapi mungkin rasaku
saat itu itu bukan cinta, hanya rasa kagum saja. Entahlah, yang pasti saat itu
aku selalu bersemangat mengikuti kegiatan yang ‘ada kamunya’ haha.. Aku aktif di OSIS, semangat lomba, ikut tim
baris-berbaris, dan masuk kelas lewat kelasmu, itu semua hanya agar aku bisa
melihatmu dan agar kamu juga melihat bahwa aku ada. Sayangnya, rasa itu hilang
setelah kamu lulus, aku pun pupus.
Untuk F, apapun tentangmu
tentu saja terlalu panjang jika aku ceritakan disini, tapi bagaimanapun
terimakasih sudah pernah menjadi bagian dari hidupku. Walaupun aku tahu, dulu,
banyak sekali tantangan yg harus kamu hadapi saat menyandang status sebagai
‘pacarku’. Aku tahu banyak yang tidak menyukai hubungan kita saat itu, selain B,
D, dan yang lainnya, juga karena faktor x, y, z yang aku pun bingung kenapa
bisa seperti itu. Terimakasih sudah pernah membahagiakan aku, memberi
warna-warna berbeda untuk hidupku, terutama di tahun terakhir putih biru dulu.
Kenangan bersamamu terlalu banyak, tapi aku harus melupakannya karena sekarang
aku dan kamu sudah tidak satu lagi.
Untuk G, ini lebih cocok ku
sebut dengan ‘cinta selewatan’. Aku hanya sebatas menyukaimu untuk beberapa
hari saja, itu pun karena saat itu kita berada dalam satu kegiatan yang sama.
Lucu memang. Tapi bagaimanapun, terima kasih telah meningkatkan hormon
adrenalinku walaupun hanya untuk beberapa hari.
Untuk H, terima kasih sudah
menjadi kakakku, atau mungkin lebih dari kakak, aku tidak tahu. Yang jelas saat
itu kamu sempat memalingkan sebentar perasaanku terhadap yang lain, saat itu
kamu bisa membuat aku sedikit melupakan rasaku yang pernah ada untuk A, B, C,
D, E, dan lainnya. Sayangnya tentang aku dan kamu hanya menggantung begitu
saja, seperti tidak ada kepastian untuk terbang atau jatuh. Kamu samar-samar di
otakku, membuat pertanyaan apakah akan muncul atau menghilang, apakah serius
atau bermain-main. Entahlah. Intinya, aku ingin mengatakan “senang bertemu
denganmu” pada saat sebelum kamu menghilang dari kehidupanku. Sialnya, kalimat
itu tidak pernah terucapkan karena kita sudah sama-sama saling menjauh karena
faktor x, y, z, atau apalah. Yang pasti, aku sudah cukup senang mengenalmu.
Untuk I, maaf sudah sedikit
mempermainkanmu, tapi aku sama sekali tidak punya maksud untuk itu. Sebenarnya
aku hanya tidak ingin menyakiti siapapun, tapi saat itu aku memang salah
mengambil tindakan, aku memang selalu salah, bukan ? Aku tahu aku pasti sudah
menjadi peran antagonis di hidupmu, tapi apapun yang kamu pikirkan tentang aku,
aku hanya ingin mengatakan MAAF sudah menyakitimu dan TERIMA KASIH sudah pernah
menjadikan aku pacarmu.
Untuk J, yang menjadi salah
satu alasanku selalu ceria di awal tahun putih abu-abuku. Walaupun sudah hampir
3 tahun aku mengagumi semua hal tentangmu, tapi sampai detik ini aku belum
berani berkata apapun tentang itu, bahkan kepada teman terdekatku sekalipun.
Menjadi teman sekelasmu adalah anugrah dan sesuatu banget untukku. Maafkan aku
yang sudah menjadi pengagum rahasiamu dah bahkan sudah menyayangimu sampai hari
ini. Aku sendiri tidak tahu kapan ini akan berakhir, bahkan setelah pelulusan kemarin
yang seharusnya menjadi akhir masa SMAku pun aku belum mendapati tanda-tanda
rasa itu akan hilang. Melupakanmu tentu saja bukan hal yang mudah. Tapi aku
berjanji akan secepatnya membuang semua tentangmu. Terima kasih sudah
mengizinkan aku untuk tetap bisa menyukaimu walaupun aku tahu kamu sama sekali
tidak tahu tentang rasa ini. Aku berharap kamu memang tidak pernah
mengetahuinya. Walaupun mungkin ada segelintir orang saja yang tahuntentang
ini, tapi sudahlah, aku sudah benar-benar akan melupakan semua tentangmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar